Minggu, 26 Juli 2009

PUISI

KARYA SAYA PERTAMA




SENJA DI 3C BAGIAN 1

SEBUAH PENGANTAR MENUJU KEHIDUPAN YANG AKAN DATANG.

DULU KITA PERNAH

Dulu kita pernah menimba dari sumur sebuah

Berturut tiga kali kemarau dari hari hingga sore

Kita melangkah bersama angin

Berlomba mencari bekal kemudian berlari

Saat senja an kaupun ku lihat berkemas

Bersiap tuk berlayar ke samudra biru

Kulihat bekal mu tlah penuhi ransel

Berlari engkau ke sang kereta samurdra yang kemudian penuh terisi

Dipelabuhan akurasakan tangis

Karma kau melayar kian lenyap di senja larut

Terdiam aku karma asaku tiarap dan tenggelam di dalam hati

Seluruh ragaku mengucap O

Dan kian tersadar karma terjerembab ke air payaw

Aku menoleh rumput yang biasa kita injak kini berbunga

Dan kurenungi kau yang sedang berlayar memikat

Dan renungi bumi yag sedang slalu sendiri.

SENJA DI 3C.

Hari ini adalah hari terahir untuk mata pelajaran bahasa inggris, sebelum kami memasuki hari tenag menjelang ujian nasional. Jarum jam sudah menunjuk kea rah angka tiga. Papan tulis hitam di hadapan kami mulai lusuh , dan kebimbangan kurasakan. Sejanak lamunku melayang seketika keperistiwa yang akan terjadi tahun depan. Pak Sarjono terdiam sejenak memandangi kami, yang seakan cemas akan kemampuan kami, seraya meminta kami untk selalu belajar dengan rajin, beliau duduk sebentar aku memandangi teman-teman ku dari epan hingga belakang . seno sahidin, kamu temanku yang cukup senang bercanda dengan ku, shodok yang kemarin saat kelas dua dapat kasus karna ucapan mu kepada ibu Umi saat pembagian kalender. Yadi teman ku dari kricikan, kau tmanku arak- arakan tentu juga temanku ngontelan yang senantiasa kita berangkat dan pulang sekolah bersama –sama. Saipul teman ku yang imut, aku masih ingat kemarin kelas satu bmx kecil ternyata tangguh juga berlari antara Tuban-Pagerjo. Solikin kulihat sang Jaran yang gagah perkasa senangnya tertawa, jelasnya kamu sekelas paling tinggi. Sejenak aku berkedip saat mataku terbuka wealllah…… to…pa…h! terlihat amat sukur angop tentunya sang tampan dari Drugan ini cukup kita kenal dengan celotehnya dan tanpa kusadari sejenak melihat sukur aku bisa tertaw dalam hati. Di sebelah nya ada Rois, sang Lukman dari wonorejo , apa kamu inggat saat kemah pramuka, dan di belakang nya ada si ganteng dari timur, Teguh namanya. Trimble teman sejawat suseno kalian berdua muga akrab aja. Kang Kenthus, pulutan jauh yo kang , Tanya ku kepada Agus yang saat kitanan tak parani, sory ya Gus senek mu dipangan, Fauzi ro yusuf. Budi temanku yang suka tak tiruni PR mu terimakasih untuk semua yang kau lakukan, tentunya tiada yang paling asik selain ciblon di kali, Fauzi, wehehe, andi, adit setiati jamil, kalian ku lihat mulai lelah, ketahuilah ribuan kisah petualangan telah kita alami, tentunya dari Tk sampai sekarang. Hendri, Sajit kalian sing rung pernah datang dolan kerumahku, kelihatanuya kalian mulai lelah. Semua teman ku yang sangat aku sayangi, dari jendela aku menerawang jauh ke seluruh peristiwa yang pernah aku alami, saa – saat ketika kita belajar bareng, tertawa bersama dan takut bersama. Peristiwa kenaikan kelas yang tentunya memberi kenangan tersendiri adalah sebauh wujud dari lamanya kita berlatih, belajar dan saling kerjasama. Masih terlihat jelas peristiwa yang kita alami saat melaksanakan kemah bakti di sangiran, Yadi, Yasin, Andi, Adit, Budi, Lukman, Shodik. Kita pernah satu regu bekerja dalam sebuah permainan pramuka.kalian semua temanku hay Dwi dua duanya, Zahra, Miratul, Sari, Kristias, Fitri, Heni Lestari, Mutmainah, Nurhidayah, Dewi, Wahyu, Yu Nir Is, Yuli Purwanti, Cah Mah Bang, Eni, Nurjayanti, Heni Sulistio Wati, bukanya kamu ingat henisulis, ketika pelajaran PPKn, pak kaimi selalu memanggil namamu. Ketahuilah sekarang beliau sudah tiada. Jiwaku berkata dalam asa yang menerawang, aku benar-benar pernah hidup bersama dalam gelegar tawa gembira, Sholikin teman ku ingat aku akan sebuah kejadian dimana penghapus mengenai kepalamu saat pelajaran matematika. Sepoi angina membelai dan menyadarkan ku dari dunia lamunan, suara pak guru bahasa inggris yang mengahiri pelajaran disambut dengan semangat oleh teman teman ku yang seraya berkemas.

Aku melangkah keluar kelas, leluasa aku melihat tanah lapang halaman sekolah yang luas. Hijau rumput yang diam hanya bisa menyaksikan setiap perjalanan dan kisah yangku alami di sekolah ini. Seakan dalam diamnya sang permadani kaki menyanyi sayonarsa dengan gaduhnya kepada kaki kaki kita yang setiap hari kita injak injak ia. Nafas yang keluiar seraya menyuarakan lirih senandung hati, pengelihatan ku menerawang,jauh didepan kegembiraan kalian teman-temanku yang sedang pulang ke rumah nafas sedih menghampiriku, mungkin karna sebentae lagi mereka yang ku cintai akan meninggalkan ku dari sebuah keberadaan, menuju pintu yang menghubungkan dengan jalan yang telah Tuhan tentukan terhadap hambanya. Sedang asaku mulai bertiarap asa karna kehidupan baru mungkin akan datang menggantikan kehidupan yang sekarang ini tentunya aku takakan dengan mudah melupakan kalian semua. Kemudian aku melangkah ke tempat sepeda ontel kendaraanku satu satunya yang setiap hari setia mengantarku ke sekolah. Aku melihat, teman temanku dengan wajah lesu karna lelah bercampur dengan rasa gelisah karna sebentar lagi ujian datang. Bergegas aku mengayuh sepeda ontelku meninggalkan sekolah yang ku lihat ia mulai merasa ernah melindungi kita. Sepanjang jalan ku lihat pemandangan sama seperti biasanya. Jalanan yang penuh sepeda ontel, dengan aspal yang penuh lubang karna tlah termakan usia. Kanan kiri jalan kulihat, sawah, dalam hatiku meyakinkan bahwa suatu saat nanti mungkin ini akan menjadi sebuah cerita kepada sanak dan saudara, tentang bagaimana perjalanan hidup yang mulai terlewatkan zaman.

Sesampainya di ujung jalan aku memandang ke ufuk barat, terlihat sang senja anggun dengan warnanya berkata, wahai manusia, kini tlah tiba waktuku untuk menyelimuti kalian semua dengan kekalutan, karna Tuhan menarik selimut terang di waktu kalian. Aku adalah hamba yamg patuh atas perintah Tuhan karna di sisi lain bumi telah memalingkan wajah nya kehadapan ku, dan aku menatapnya seraya berpaling dari sisi bumi dimana kalian berdiri diatasnya.wahai seluruh makhluk alam raya, ketahuilah bahwa kehidupan ada karena dua hal yang saling bertentangan, dimana adanya sebuah wujud terjadi karena kefanaan. Ada kalanya kalian bertemu kemudian berpisah dengan kehendak yang kuasa, meski hati kalian merasa berat namun tuhan maha berkehendak. Wahai makhluk yang berakal, berlarilah kepangkuan nya selagi kalian masih punya nafas yang lega, sebelum kalian tak lagi bisa bernafas, hidup kalian adalah sebuah perjalanan dengan tujuan yang telah ditentukan nya. Saat kalian merasakan sebuah perpisahan maka itulah keagungan Tuhan yang benar benar nyata. Saat kalian merasa bahwa dunia tlah kehilangan kebersamaannya, maka saat itulah Tuhan memberikan kasih nya kepada kita untuk kita menyadarkan beban yang kita tak kuasa lagi menyangganya.wahai kalian semua ketahuilah, bahwa saat kalian bersama, hati kalian biasa saja dan pada saat kalian berpisah merasa iba maka saat itulah Tuhan anugrahkan cintaNYA. Dan bukankah tuhan telah memperlihatkan kepada kita tentang hakikat hidup yang senantiasa kita lihat dari lingkungan dimana kita hidup, sebagaimana yang dialami oleh orang-orang di sekitar kita. Betapa kadang mereka merasa lelah menjalani hidup, dengan berkeluh kesah dan bukanya kita sendiri juga paham tentang sebab kenapa manusia berkeluh kesah. Adalah dalam bentuk keluh kesah seseorang membuat interaksi. Interaksi dengan hati mereka, dengan oraang disekitar mereka dan dengan tuhan yang menciptakan mereka, tentunya kita kadang juga demikian.

Tuhan juga memperlihatkan kepada kita tentang bertapa kerasnya sebuah perjuangan dalam hidup, baik yang kita alami sendiri maupun yang bisa kita lihat dari orang lain di sekitar kita. Apa yang saya lihat tentang hidup adalah sebuah perjalanan, perjalanan menaiki tangga yang telah ditentukan tingginya.sedang setiap anak tangga yang kita lewati tiak akan kita bawa ke anak tangga yang diatasnya, hanya saja dengan adanya anak tangga yang kita lewati kita bisa menuju pada tingkat berikutnya. Dan kaang kita terpeleset, karna licin, dan kadang kita takut, takut karena melihat ke bawah. Sedang kita sudah berada di temapt yang tinggi. Kadang kita juga merasa sesak nafas karena udara ditempat yang tinggi semakin menipis. Saat kita sampai di ujunhg tangga, kita akan lelah karena telah habis tenaga kita dan kemudian kita terjatuh dan hilang dari pandangan orang di bawah kita, untuk menunggu dalam penantian yang lama. Sedang yang kita tinggalkan hanya lah jejak kaki yang kita torehkan pada setiap anak tangga yang kita tinggalkan. Kita hidup di dunia pada dasarnya telah ditentukan tentang lamanya kita bernafas oleh Tuhan yang maha kuasa. Tingakat kehidupan dari masa kanak kanak seterusnya akan kita lewati, apapun yang terjadi pada setiap setiap masa yang kita lewati tidak akan kita bawa ke masa yang akan datang. Semua tinggal kenangan yang kita sendiri yang akan mengingatnya. Dalam setiap masa, kita akan mengalami segala peristiwa yang merupakan dua bentuk yang saling bertentangan. Sesampainya kita di ujung kehidupan kita tidak lagi mampu berucap dengan lantang kata aku, dengan raga kita yang kokoh menyertai. Sedang kita akan kembali pulang dalam waktu yang sangat cepat, dan rasa yang begitu hebat.

Akupun sadar akan sebuah perpisahan yang akan akua alami di masa ini. Masa dimana aku bersama teman teman ku di MTs ini, semua akan menjadi sebuah kenangan yang akan kuceritakan kepada mereka jika aku hidup sampai di sana. Dan yang ku persiapkan adalah sebuah pertanyaan yang jawabannya akan ku temui dalam perjalananku menuju masa depan.

DI AKHIR EPISODE

Bukankah malam gelap itu sengaja untuk kita?

Foya, tawa, pesta ah.. barangkali sejenak

Aku bisa lulus di akhir episode cerita.

Yang sempat tertimbun dalam……

Rahasia tentang jiwa-jiwa ini telah terbuka, terbuka bagi…….

Terkadang ada tirani yang bentengi antara ego diri.

Aku bicara dalam mulut kaku tak bergerak.

Bisu..! memang,

Aku mendengar suara dengan telinga yang terkunci pula.

Tuli…! Ya.. tentu.

Ketika hari tlah senja

Aku tak lagi bisa nelihat warna

Dalam pergantian antara gelap dan terang.

Semakin tenggelam……….

Slamat tinggal.

Yang tersisa dari segenap perjalanan bagian ke2 MTSn Gondangrejo

My code.

Perjalanan simbah bagian dua.

MATI

Panjang pendek akan sebuah arti

Ketika napas berhenti

Ketika mata teringat pejam

Diriku bukan lagi aku

Tak lagi kuasa aku akan diriku

Tak lagi ku bisa menerawang rasa

Saat ragaku bukan lagi aku

Dan aroma yang tercium lidah saat perpisahanku dengan raga

Aku dan ragaku akan berpisah

Ragaku kembali ketempat dimana aku berdiri

Sedangkan aku tak punya arah

Selain bisa melihat ragaku yang kembali ke tanah.

SEMANGAT CINTA

Namun cinta hanya perasaan

Sejuk bersama embun pagi

Datang untuk setiap jiwa

Berikan warna dari setiap kehidupan

Berikan corak dalam settiap keindahan

Memberi kasih untuk bersama

Semangat juang kebersamaan

Bersama cinta dalam ciptakan setiap keindahan

MAAF

Di sela kesepian hari

Aku termenung mencoba mengingatmu

Dalam kelesuan hidupmu.

Kuciptakan dirimu dalam dunia hayalku

Coba kuberikan kehidupan dirimu di hayalku

Dengan berbagai kecukupan yang aku harapkan, di hayalku kamu.

Bahkan sampai kutau tubuhmu harum baunya.

Maafkan aku jika kujadikan dirimu bagian dari kehidupan ku.

TERLANJUR KUSAPA SENYUMMU

Aku menatap ada kamu

Tiap kali ada dirimu

Aku malah jadi ragu

Aku yang terlanjur menyapa senyummu

Tak bisa tidur sampai sekarang aku dari ingatan ku

Slalu saja mengingat senyummu di benakku

Tiap kali kesepian melanda

Kutemukan dirimu dengan senyum yamg tak terlupa.

GLADIATOR

Kesatria yang gagah perkasa

Maju ke medan laga

Gemuuruh suara manusia

Iringi derap langkah sang kesatria

Menebas lawan

Memecah darah sang kesatria

Musuh terkapar meregang nyawa

Tiap kedipan matanya

Mengandung pesan

Kasihi aku seperti manusia

Tanpa aku

Kau bukanlah pemenang

Sayangi aku seperti manusia

Karna engkau kan mati juga

SENJA DI TIGA C

Tuju hari lagi ujian nasional

Jam tiga sore kami masih ada di kelas

Dengan pena terpegang di tangan kanan

Melukis angka 1,2,3, sampai tak terhingga

Menulis abjad a,b,c…. ah,,, aku benci berpisah

Teman teman ku mulai lelah

Tangan kiri mulai menopang sirah

Huuuah kletek- kletek geliat tubuh mereka.

Papan tulis mulai lusuh di hadapan utara

Dan senja mulai mengisaratkan

Suara adan asar mendayu-dayu8

Aku pandangi semua ajah temanku

Namun isarat senja membisikkan

Sebentar lagi mereka akan berjalan sesuai kehendak tuhan

SEPERTI AJAL

Seperti jal yang sederhana

Baying menara jam

Memanjang pelan

Ke pelasa dususn

Dan lelaki berdiang

Separuh siang

Menanti burung kembali ke bukit

Menahan senja di jendela

Sebelum cacat langit

Sebelum musim jadi masam

Dan sorga dalam warna lokl

Terbentang tua

Dan persegi melingkari

Yang tak kekal

BISIK MALAM SUNYI

Malam sunyi

Mengapa cinta adalah sedih

Dalam sedalam sayatan pedang

Mengiris ribuan luka di hati

Tak pernah hilang bersama malam

Gelap gulita sepanjang massa

Sisihkan hari bulan dan tahun

Bersama waktu lintasi yaman

Menjadi puing tajam sepanjang jalan

Merobek kulit hati dan perasaan

Yang tersisa hanya remah

Tersisih terinjak dan terhina

Terabaikkan di gelapnya malam

MANUSIA GILA

Fajar menyingsing menyilau mata

Manusia gila membuka mata

Berjalan tertatih tatih

Menuju bak sampah

Menunggu lewat mobil mewah

Dengan pennuh harap

Bungkus plastic sisa sarapan

Trrlempar dengan picik mata

Manusia gila hidup tersisih

Terhimpit tempat harta dan kasih

Terbuang jauh di ujung kehidupan

Menanti iba kasih dan pegangan

PENGUMUMAN

Pagi buta ku buka mata

Kulihat tanggal di kalener kamar

“ buk mengke pengumuman kula di dongakke lulus”

Pintaku pada ibuku

Ia hanya tersenyum

Aku berangkat ke sekolah

Lulus, tidak, lulus, tidak irama detak jantungku

Kulihat tangis, senang setiap temanku yang membuka lembaran

DIA BUKAN MASA DEPAN

Di belakang aku menerawang

Menerawang hingga batas kemampuan

Mengharap suasana yang kadang bertolak dengan rasio

Di belakang aku menerawang

Menerawang hingga batas kehidupan

Dan berdiri, bersanding dengan bayangku,

Dengan bebas kuciptakan dunia,

Dibelakang aku menerawang

Menerawang dari balik jendela yang memancarkan cahaya

Temanku bilang itu masa depan

Mereka harapkan…

Tapi bisa kuciptakan dunia ku sendiri,

Disana aku berkata

Dia bukan masa depan

DEWA DEWI BERCUMBU

Hujan reda di bumi bekasi

Seorang renta berkaca kaca

Melihat langit beratmosfir sahwat

Burung dara pembawa pesan hinggap

Diatas sebuah apartemen mewah

Pandanglah sempat menengadah

Lewat mobil mewah

Pesan merpati,

Dewa dewi sedang bercumbu

BEKICOT

Guru tk bercerita kepada anak anak

Bekicot hewan lunak dan pemalu

Bekicot hewan yang tak ramah

Siapapun tak ijinkan masuk kedalam rumah

Tuhan kutuk iya menjadi hewan yang kemana mana tertimpa rumah

MENTARIKU HILANG

081 548 760 776

Dunia memang ciptakanku dalam sebuah masa yang….

Selalu berubah sesuai kehendak Tuhan

Kuanggp ia temanku yang mau kua ajak

Menelisuri seluruh dunia denagan angka dan huruf

Dari dalam kamar, sepinya malam dan kelamnya suasana.

Ia bisa tertawa hanya aku yang mendengar,

Tapi saying ketika rumahnya kugantikan.

Ia malah pergi entah kemana.

Mentariku hilang, kubilang.

KALRAS, NAMANYA.

Ibuku pernah berucap saat aku menguap,

Membawa hayalku ke dunia klaras,

Sang putru yang selalu berpakaian emas,

Taklagi ia melihat rakyat yang selalu merasa tak puas

Ia hanya putri yag hidup di kalangan bangsawan

Takpernah keluar bersanding bersama para jelata.

Ia bisa mengubah manusia menjadi bekas,,,,,,

Hanya dengan telunjuknya

Ia juga isa melepas kepala kita hanya dengan membuka muutnya

Suatu ketika tuhan murka mengubahnya menjadi kelaras godong gedang

6TAHUN LALU

Adakah kenangan tentang 6tahun lalu kita menimba

Tentang seorang yang tinggal,

Satu dari jutaan kenangan menghampiriku di pagi buta

Dari sebuah masa yang telah lalu

Kemarau jiwa telah memuncak

Meski masih pagi segar berembun,

Rasaku berada di sebuah gurun gersang

Sadang aku mengharap menemui oasie

Tuk sejenak minum dari air yang dulu pernah kita timba

AKU SENDIRI DALAM TIGA MASA

Aku melihat dengan sendiri

Sebuah kehancuran,

Aku juga pernah hidup dalam duniaku yang hancur

Ooooya aku lupa bahwa aku belum cerita,,,

Aku juga pernah tertawa dalam keheningan malam,

Tentu juga aku tak pernah cerita

Karena dunia hanya aku saja…

Aku juga pernah menangis saat kalian tertawa karna aku disana….

Ah aku juga lupa bahwa aku juga belum bercerita

Kukatakan padamu bahwa aku pernah hidup dalam tiga masa

AKU INGGIN

Aku inggin seperti kalian

Katanya kalian bisa…..

Tapi tubuhku tak lagi berdaya

Aku ingin seperti kalian yang ringan

Bisa terbang kemana-mana

Tapi aku bukan burung,

Yang ku tahu hanya kalian selalu membebaniku

Aku takbisa kemana mana,

Selain dengan ragaku

UJIAN

Lembaran kertas mulai dibagikan

Aku duduk paling pojok

Menanti dualembar yang harus…

Tanganku mulai mengisi lembaran dengan tulisan

Aku masih ingat denfgan jelas apa yang harus aku tulis

Tapi temanku lebih cerdik dari aku

Mereka cerdik, kancil adalah tokoh dalam ceritaku

Aku tak lagi bisa lulus bila ujian tiba

Karna kancil lebih bisa meraih angka berapapun

SLAMAT MALAM BULANN

Slamat malam bulan,

Bagimu pagi,,,, maaf

Kau bercahaya tapi hanya bias surya

Tapi cukup untuk membedakan wajah wajah yang mau

Denganmu…

Oh ya aku lupa melihat trafict left

Slamat malam bulan

GALI MENYANYILAH

Rel purwosari masih melintang jalan,,

Kemarin ada yang mati satu,,,

Katanya tertabrak kereta

Padahal didekatnya ada gobang,,,

Ehhh,, lupa polisi ……

Y BESAR.

Hana hanu hanaran

Y besar melihat

Hana hanu hanaran

Terinjak

Saat orang memasang bendera

Kalian tahu….

Benderanya banyak

Y besar

AKU DATANG SEBAGAI MUSUH

Aku dilahirkan menjadi orang lainserta wajah yang lain

Dari yang menatapku

Aku ingin kalian menatapku sebagai musuh

Dalam tertawa dan marah,

Karna aku datang sebagai musuh hawa

Keloloten

Sarapan matang jam enam

Kata bapak ini hasil melaut

Dari laut keringat bulan ini

Tapi aku melihat piring

Telingaku tuli

Coba aku denagar

Ora urus….

Leg..

Keloloten

Paktani JUJUR TANPA KORUPSI,

Pak tani memikul,

Aku berjalan di sebelah kirinya

Rautan pak, sapaku,,,,

Ya mas,,,, tapi gak sebanyak para dewan katokan,

Bukan pula pejabat….

Ada apa pak,,

Uang nya tak cukup buat…..

Mau korupsi uang beli pupuk….

Mau panen apa////

KUBAGI KALIAN DENGAN KERINGAT

Aku lelah

Jalan yang k u lalui sudah sekian lamanya

Aku juga mulai mengeluh

Karena aku juga sudah berkeluh

Entah siapa lagi akan ku keluhi,,,,,

Aku kurang karna hak ku hanya sebuah penantian,,,,

Sepertinya aku hanya sebagai pelengkap

Pelengkap dunia yang dibutuhkan

Hanya jika dunia merasa kurang

Aku sudah lelah

Pekerjaanku hany amencukupi kekurangan kalian

Dunia adakah manusia yang punya hati?

Aku menanti itu

KABUT

Lawu berkabut

Tapi bukan di gunung

Katanya….

Bagiku iya…

Disana sedang berkabut

Hanya aku yang bisa melihatnya

Karna ia hayal

Jika nyata kalian bisa melihatnya

Tapi aku akan buta,,,,

Air

Telaga kasih berwarna kelabu

Bukan karena tertutup kabut

Tapi karena bersumber dari uap neraka

Aku juga tau mereka yang membuka pintunya…

Tapi aku tak terucap

Karena mulutku terssumbat

Mata merah menyala

Itu asalnya

Terbuka lebar

Lahar bening mengalir

Memenuhi lesung pipi

Menjadi seorang yang tertawa itu sulit kataku perlahan

SETITIK INDONESIA BERLAGA, KATA DIA

Senyum surya fajar ini memalingkan wajah..

Mereka bilang karma hari ini

Aku tak pakai seragam!

Yah…..

Kuakui saja, kali ini aku tak pakai seragam.

Akmi lelah, seragam hanya membuat…

Membuat kami tertimpa…..

Ber ton-ton beban tak jelas….

seragam yang kami dapat hanya membuat

membuat kami terpijak dan tenggelam

tenggelam dalam-

dalam danau ludah kemunafikan

yang keluar dari kata kalian ucap,

kali tatap aku sebagai musuh,

karena aku tak memakai seragam

yang sama dengan kalian

RODA INDONESIA BERTANYA

kami hanyalah sebuah roda

roda penggerak Indonesia,

memang kami butuh pelumas,,

namun tak cukup bila hanya sekali dalam lima putaran.

keringat, drah, yang keluar dari tubuh kami tiap hari

cukup sebagai pelumas, bagi kami untuk berputar

mengantarkan Indonesia sampai pada terminal pusat

dimjana Indonesia disana mampu berada

berada bersama mereka

namun kami hanya roda

roda yang selalu berputar

berputar

duniaku antara langit dan bumi

temanku yang bauk hati telah lama aku berjalan, entah kemanalagi aku harus menuju.

Bumi tmpatku berpijak rasanya hampa, teman, tawa, riang, sayang tawar kurasakan. Kehidupan yang ku laluai hanya kenarin sekarang dan nanti. Selamanya aku yang menjalaninya. Tuhan marahkah engkau jika aku terbuang? Namun mataku masih juga selalu memandang. Dari dunia yang tak bertetangga.

Aku berangkat

Seperti biasa aku berangkat, sepanjang jalan aku meliaht banyak orang yang berjalan. Sama sepertku. Dunia tak lagi punya apa yang kita harapkan. Aku bekerja siang dan malam. Berharap bisa duduk sederajat mereka. Ibuku bilang apa aja boleh yang penting halal. Dunia luas kupandang, uang recehan berhamburan, kupungut serupiah demi serupiah. Dari bak sampah, batang kayu dan beberapa dari sisa saku. Saat berjalan temanku banyak yang tertawa bwngis, dan kadang aku ingin menangis. Dalam hatiku aku ingin balas dendam, aku ingin membunuh merekasemua yang pernah mengejek ku. Ya kuputuskan dalam anganku. Tapi ibu pernah bilang padaku jangan pernah dendam, biar banyak kawan. Kata kata itu membuat aku benar bener menangis. Aku tak tau lagi kemana aku harus mengadu segala keluh. Aku tak mampu lagi menahan segala dendam, aku tak lagi mampu bertahan di dunia yang menenggelamkanku dalam danau ludah kemunafikan mereka yang mengaku teman.

Sebenarnya aku ingin berdiri sejajar dengan mereka yang mengaku teman. Namun batu yang ku gunakan sbagai alas kakiku mereka pinjam. Aku tak bisa menjadi cinais yang tega melihat tetangganya meringis, aku lahir dari keturunan jawa desa, yang terlalu lomo, ibuku bilang membantu teman tidak ada ruginya. Akupun tak tega melihat orang dengan wajah yang meringis meminta, apalagi temanku. Namun ketika kakiku mulai tergenang air mereka yang mengaku temanku sepertinya acuh terhadapku. Bahkan mereka berharap aku tenggelam, mereka mungkin memungkiri bila aku berkata demikian. Padahal aku benar benar merasakan betapa rasanya berenang berjuang hidup keluar dari air keruh kehidupan. Tak ada teman, hanya lapar, payah , lelah, marah, itulah rasa yang ku rasakan. Pekerjaan yang ku lakukan hanya membuat mereka menimpakan beban mereka kepadaku. Aku tak lagi punya malu, demi tanggungjawap atas amanah yang ku emban. Sebenarnya itu yang harus mereka tanggung, dan hanya membuatku tertekan dan kembali tenggelam dalam danau kemunafikan mereka.

Sampai pada hari ini aku taklagi berharap, aku binggung , bingung mau bagai mana lagi, aku lelah….. lelah karena aku jauh berjalan kehilanggan arah. Aku malu ….. malu karena ternyata kalian mempermalukanku. Aku marah…… marah pada kalian….karna kalian tak punya aroma kesetiakawanan, hanya aroma busuk kemunafikan yang membuatku muntah bila harus dekat kalian. Aku benci pada kalian, karena kalian telah membohongi ku. Apakah kalian tak melihat aku, melihat betapa payah nya aku berenang keluar dari danau ludah kemunafikan kalian. Pada akhirnya ku putuskan aku harus berangkat.

Aku berjalan menyusuri hari, bulan, dan tahun. Ransel penuh tentang kesetiakawanan, mulai kubuang bersama tetes air mata duka. Setiap langkah aku bertanya pada Tuhan. Tuhan kenapa tak ada kawan yang tulus mennghiburku. Orngtuaku juga terlalu asik mendramatisir dirinya sendiri, aku tak pernah berucap pada semua orang tentang apa yang mengganjal pikiranku. Aku tak pernah meminta siapapun untuk mau meluangkan waktu bersamaku, tapi mengapa mereka memaksaku, padahal mereka temanku?. Adakah mereka egois Tuhan? Sehingga demikian? Apakah ini yang bernama setia kawan, sayang, ataukah sebuah penghormatan, Tuhan aku tak meminta imbalan atas apa yang aku lakukan, tapi Tuhan, adakah hati nurani padda mereka?. Tuhan aku mulai lelah, aku mulai taksanggup lagi bila harus berjalan dengan ransel penuh tentang kesetiakawanan, kasih sayang, dan tentang persahabatan. Tuhan kukembalikan ransel ini kepadamu lewat arus danau ludah kemunafikan teman-temanku. Tuhan aku tak lagi mau tinggal bersama mereka di bumimu, dan aku masih takut melihat ragaku sendiri dari langit Mu. Tuhan hari ini aku mengadu meminta keadilan darimu. Karena aku percaya engkau maha segalanya. Dan aku percaya kesulitan yang ku alami akan ku tinggalkan bersama apa yang mengecewakan ku. Hari ini aku mencari duniaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar